THE MEANING AND FUNCTION OF COMMUNITY OPENING ORAL SAND STATEMENT OF ROKAN HULU
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada pembaca, pada generasi muda dan penikmat Koba tentang makna dan fungsi yang terkandung dalam Koba Panglima Awang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik analisis isi. Data pada umumnya berupa pencatatan, foto, rekaman, dan dokumen resmi lainnya. Hasil penelitian menunjukan dalam koba Panglimo Awang memiliki makna dan fungsi. Berdasarkan makna Koba Panglimo Awang memiliki tiga kategori makna itu adalah (1) kasih sayang, (2) kesadaran kolektif, dan (3) pengakuan stratifikasi social, sedangkan berdasarkan fungsinya Koba Panglima Awang sebagai salah satu media berfungsi pewarisan pendidikan yang turun temurun dari ke generasi-generasi selanjutnya. Selanjutnya fungsi sebagai harga diri, adanya kebudayaan yang turun temurun yang harus diwarisi. Fungsi selanjutnya yaitu sebagai hiburan dalam koba terdapat pada alur, pantun bidal-bidal dan keseluruhan koba fungsi sebagai hiburan. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dsimpulkan bahwa Koba Panglimo Awang memiliki makna dan Fungsi.
References
Atmazaki. 2007. Ilmu Sastra: Teori dan Terapan. Padang: UNP Press
Lisan, T., & Identitas, D. A. N. (2012). STUDI KASUS KAMPUNG ADAT.
Mofu, I. M. dan H. (2018). TRADISI SUKU ASMAT DALAM ROMAN NAMAKU TEWERAUT KARYA ANI SEKARNINGSIH, 11, 154–162. https://doi.org/10.26858/retorika.v11i2.6183
Nisdawati, 2015. (n.d.). Nilai-nilai dalam teks cerita panglimo awang pada tradisi bukoba masyarakat melayu pasir pengaraian sebagai bahan ajar bahasa Indonesia.
Rahman, Elmustian,dkk.2007.Atlas Kebudayaan Melayu Riau.Vol I.Pekanbaru: Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau.
Spellthe, M., Of, T., & Rain, T. H. E. (2013). PUBLIKA budaya, 1(November).
Studi, P., & Bahasa, P. (2014). FUNGSI DAN MAKNA TRADISI LISAN GENJEK KADONG ISENG, 3(2), 31–39.









