HUBUNGAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MAHASISWA STKIP ROKANIA
Abstract
Riset ini bermaksud untuk mengetahui terdapat tidaknya hubungan antar dua variabel, yaitu motivasi dan hasil belajar matematika pada mahasiswa STKIP Rokania tahun ajaran 2020/2021. Riset ini merupakan riset survey, yaitu riset yang hanya memerlukan survey untuk memperoleh datanya. Subjek dalam riset ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknoligi Informasi dan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Rokania pada semester genap tahun ajaran 2020/2021, dimana semua mahasiswanya berjumlah 130 mahasiswa dan pada riset ini diambil seluruh populasi untuk dijadikan sampelnya. Pengumpulan data pada riset ini dengan dua cara, yaitu dengan angket dan dokumentasi. Metode analisa data yang digunakan pada riset ini adalah teknik korelasi serial, yaitu untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang signifikan antara dua variabel, dan deskriptif persentase untuk mengetahui keadaan motivasi belajar matematika mahasiswa STKIP Rokania. Dari analisis data yang dilakukan maka didapat Nilai r hitung (Pearson Correlations): Diketahui nilai r hitung untuk hubungan Motivasi Belajar (X) dengan Hasil Belajar Matematika (Y) adalah sebesar 0.369 > 0,174 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan atau korelasi antara variabel Motivasi Belajar (X) dengan variabel Hasil Belajar matematika(Y). Ini berarti ha diterima dan ho ditolak.
References
Aqib, Z. (2010). Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Penerbit Insan Cendekia.
Arsyad, A. (2005). Media Pembelajaran. PT RajaGrafindo Persada.
Bandura, A. (2006). Microsoft Word - Going Global With Social Cognitive Theory - From Prospect to Paydirt.doc. Lawrence Erlbaum Associates Publishers, 53–79.
Black, A. E., & Deci, E. L. (2000). The effects of instructors’ autonomy support and students’ autonomous motivation on learning organic chemistry: A self-determination theory perspective. Science Education, 84(6), 740–756. https://doi.org/10.1002/1098-237X(200011)84:6<740::AID-SCE4>3.0.CO;2-3
Brophy, J. (2004). Motivating students to learn (2nd ed.). Mahwah, NJ.
Dimyati, dan M. (2006). Belajar dan Pembelajaran. PT Rineka Cipta.
Duda, J. L., & Nicholls, J. G. (1992). Dimensions of achievement motivation in schoolwork and sport. Journal of Educational Psychology, 84(3), 290–299. https://doi.org/10.1037//0022-0663.84.3.290
Glynn, S. M., Brickman, P., Armstrong, N., & Taasoobshirazi, G. (2011). Science motivation questionnaire II: Validation with science majors and nonscience majors. Journal of Research in Science Teaching, 48(10), 1159–1176. https://doi.org/10.1002/tea.20442
John W. Creswell. (2012). Educational research : planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research 4th ed. Prentice Hall Upper Saddle River, NJ.
Purwanto, M. N. (1997). Psikologi Pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.
Schunk, D. H., Meece, J. R., & Pintrich, P. R. (2008). Motivation in education: Theory, research, and applications. Pearson Higher Ed.
Slavin, R. E. (1987). Developmental and Motivational Perspectives on Cooperative Learning : A Reconciliation Author ( s ): Robert E . Slavin Source : Child Development , Vol . 58 , No . 5 , Special Issue on Schools and Development ( Oct ., Published by : Wiley on behalf of the. 58(5), 1161–1167.
Sudjana, N. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. PT Remaja Rosdakarya.









